Indonesia dikenal kaya akan cerita mistis, dari desa berhantu hingga rumah-rumah yang menyimpan misteri. Salah satunya adalah sebuah rumah di kota kecil Blora, Jawa Tengah. Tidak ada yang tahu pasti kapan rumah itu di bangun, tapi hingga kini, tidak satu pun penyewa bertahan lebih dari tiga minggu.
Cerita ini berasal dari wawancara langsung dengan penghuni terakhir rumah tersebut, Andini, seorang guru honorer yang sempat tinggal di sana tahun 2021.
Awal Mula: Rumah dengan Harga Terlalu Murah
Andini baru saja pindah ke Blora dari Semarang setelah diterima mengajar di SD Negeri setempat. Ia butuh tempat tinggal, dan sebuah rumah tua di Jalan Sunan Pojok di tawarkan dengan harga yang jauh di bawah rata-rata.
“Saya langsung curiga. Tapi pemiliknya bilang mereka cuma butuh uang cepat,” kata Andini.
“Saya tak percaya hantu. Jadi saya pikir, ya sudahlah.”
Rumah itu berdiri sendiri di pinggir jalan, dikelilingi semak tinggi. Tampak biasa dari luar. Tapi sejak malam pertama, Andini merasa dia tidak sendiri.
Kejadian Pertama: Suara dari Loteng yang Terkunci
Malam pertama berlalu tanpa gangguan. Tapi di malam kedua, Andini mendengar suara kursi diseret dari atas loteng.
Masalahnya, loteng itu terkunci dan kuncinya tidak di temukan.
“Saya pikir mungkin tikus besar atau kayu lapuk. Tapi setiap malam jam dua dini hari, selalu terdengar suara itu lagi. Dan kadang seperti ada yang berjalan bolak-balik,” cerita Andini.
Ia mencoba memanjat ke loteng melalui kursi dan melihat celah dari plafon. Di dalamnya gelap, tapi sempat terlihat sesuatu bergoyang. Seperti kain merah.
Penampakan Wanita Bergaun Merah
Pada malam kelima, Andini mendengar ketukan dari dalam lemari pakaiannya. Ia membuka kosong. Tapi di cermin di belakangnya, ia melihat bayangan wanita memakai gaun merah berdiri di pintu kamar.
Ia menoleh tidak ada siapa-siapa. Tapi di lantai, jejak kaki basah muncul… dan menuju tempat tidur.
Tumbal di Bawah Rumah
Setelah seminggu tinggal, Andini memutuskan untuk pergi. Tapi sebelum itu, ia mencari tahu soal sejarah rumah dari tetangga.
Seorang pria tua mengaku rumah itu dulunya tempat ritual pesugihan. Pemilik sebelumnya melakukan perjanjian, dan menyimpan sesajen serta tumbal di bawah lantai ruang tengah.
Polisi pernah menemukan tulang belulang saat renovasi pada 2018, tapi kasusnya tidak di tindaklanjuti.
Hari Terakhir: Pintu Terkunci Sendiri dan Suara Tangisan

Andini mencoba keluar jam empat pagi. Tapi pintu terkunci dari dalam, jendela membeku. Ia mendengar suara tangisan dari dapur, dan suara kursi berderit naik ke loteng.
Ketika polisi akhirnya mendobrak pintu keesokan paginya, Andini di temukan pingsan di bawah tangga. Di sekitarnya, jejak kaki basah menyebar ke seluruh rumah.
Rumah Itu Masih Ada
Hari ini, rumah di Blora itu masih berdiri. Sudah beberapa kali berganti pemilik, tapi tidak ada yang betah lebih dari sebulan. Banyak yang mengatakan rumah itu membawa kutukan bagi siapa saja yang tinggal di dalamnya.
Jika kamu melewati Jalan Sunan Pojok di malam hari, dan melihat jendela rumah itu terbuka… jangan berhenti. Jangan menoleh ke cermin. Dan jangan pernah menyapa wanita berbaju merah, jika kamu melihatnya berdiri di loteng.